puisi ambyar
Setelah doa.
Aku menunggu
cercah harapan.
Barangakali semesta,
sengaja memberi air mata,
menunda bahagia kita.
Hari ini!
Untuk sebentuk bahagia,
Yang tidak sekejap jawaban atas doa, dan air mata
Esok pasti kan lebih baik
Pada sebuah ingatan
rindu adalah tahanan waktu
mendulang angan berulang-ulang
menggali kenangan berkali-kali
mendekam dengan tabah
mendiami tubuh
sampai rapuh
di dalam puisi
kubangun terali sendiri
sebagai prasasti kita
sebagai penjara kata
--cinta